Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Lulus Dari Pondok

Lulus dari pondok adalah momen yang penuh haru dan kebanggaan. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan pesantren dengan berbagai suka duka, akhirnya tiba saatnya untuk melangkah ke fase berikutnya. Perasaan campur aduk antara bahagia karena berhasil menyelesaikan pendidikan dan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman serta para guru yang telah membimbing. Selama di pondok, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan, mulai dari ilmu agama, kedisiplinan, hingga kebersamaan yang erat. Semua itu membentuk pribadi saya menjadi lebih matang dan siap menghadapi kehidupan di luar pondok. Meskipun secara fisik saya telah lulus, namun nilai-nilai dan ajaran yang saya dapatkan di pondok akan terus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan ke depan. Pondok bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah yang selalu saya rindukan.

Pengalaman Awal Masuk Pondok

Awal masuk pondok bagi saya adalah pengalaman yang penuh dengan perasaan campur aduk. Pada awalnya, saya merasa cemas dan ragu-ragu, karena meninggalkan rumah dan keluarga untuk tinggal jauh di pesantren. Namun, orang tua saya meyakinkan bahwa ini adalah langkah yang baik untuk masa depan saya, untuk belajar agama dan memperdalam ilmu. Ketika tiba di pondok pesantren, saya disambut dengan hangat oleh teman-teman santri dan para pengurus. Suasana di pondok sangat berbeda dengan kehidupan di rumah. Awalnya, saya merasa asing dengan rutinitas yang ketat—waktu untuk sholat, belajar, dan beristirahat sudah diatur sedemikian rupa. Tetapi, saya mulai merasa nyaman setelah beberapa hari beradaptasi. Saya mengenal banyak teman baru, saling membantu dalam belajar, dan berbagi pengalaman hidup. Pada malam pertama saya tidur di kamar asrama, saya terbangun dengan suara alarm yang mengingatkan saya untuk bangun sholat tahajud. Meski agak sulit pada awalnya, saya perlahan mulai merasa bahwa rutinita...

K.H. Romly Tamim

KH. Muhammad Romli Tamim lahir pada tahun 1888 di Bangkalan Madura sebagai putra ketiga dari KH. Tamim Irsyad, seorang Kiai asal Bangkalan. Sejak kecil, beliau diboyong orang tuanya ke Peterongan, Jombang, untuk menuntut ilmu. Setelah menempuh pendidikan agama di keluarga, beliau belajar di Pesantren Tebuireng di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari dan melanjutkan studi di Mekkah pada 1919. Pada tahun 1939, beliau bersama keponakannya, KH. Dahlan Kholil, mendirikan Pondok Pesantren Darul Ulum, yang kemudian dikenal sebagai pusat pendidikan Islam di Jombang. KH. Romli Tamim juga terkenal sebagai pencipta wirid Istighatsah yang menjadi amalan populer di kalangan Nahdliyyin, yang tertuang dalam kitab “al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa pada 1961. Beliau juga memiliki karomah, seperti saat memberikan kepalan tanah liat yang dapat meledak seperti bom dalam pertempuran melawan sekutu pada 1945, serta mampu hadir mengimami sholat jama’ah meski dala...

Ponpes Darul Ulum

 Pondok Pesantren Darul Ulum adalah salah satu pesantren besar yang terletak di Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1910 dan telah berkembang pesat hingga menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terkenal di Indonesia. Darul Ulum tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dalam kurikulumnya, mencetak generasi yang unggul dalam berbagai bidang. Pesantren ini dikenal dengan sistem pendidikan yang menggabungkan pengajaran kitab kuning, Al-Qur’an, serta pendidikan formal. Banyak tokoh ulama dan alumni berpengaruh yang lahir dari Darul Ulum. Selain itu, pondok ini juga aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan pengembangan masyarakat. Dengan jumlah santri yang sangat besar dan berbagai fasilitas yang mendukung, Darul Ulum menjadi tempat yang sangat dihormati dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. https://g.co/kgs/xN7S7KN

Pesarean Di PPDU

  Di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, terdapat area pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan para pendiri dan tokoh penting pesantren tersebut yang biasa disebut Pesarean (tempat peristirahatan). Di antaranya adalah KH. Tamim Irsyad, pendiri pesantren, dan putranya, KH. Romli Tamim, yang dikenal sebagai ulama besar dan pencipta istighasah. Makam-makam ini sering diziarahi oleh santri, alumni, serta masyarakat umum yang ingin mengenang jasa dan meneladani perjuangan para ulama tersebut. 

Masjid Induk

Masjid yang terletak di komplek PPDU tepatnya di Dusun Rejoso, Desa Wonokerto Selatan, Kecamatan Peterongan itu memiliki pintu masuk dari pelbagai penjuru. Diantaranya dari arah Barat atau bagian belakang yang berbatasan langsung dengan jalan desa dan arah Timur atau bagian depan merupakan Asrama Al-Fatah. Mengunjungi masjid induk PPDU tersebut seakan langsung disambut dengan dua menara megah yang berada di samping kanan dan kiri bangunan. Seperti menara pada umumnya, keberadaannya juga difungsikan sebagai tempat pengeras suara. Selanjutnya yang menjadi penanda dan ciri khas masjid adalah adanya sudut Mihrab atau tempat imam salat beratap setengah lingkaran yang masih dipertahankan keasliannya hingga kini. Nuansa warna hijau pada cat dinding, putihnya tegel dan ornamen kayu yang dinominasi warna cokelat sungguh membuat sejuk suasana. Selain itu juga bersih, rapi, dan sangat terawat. Tak heran disela waktu salat berjamaah dan mengaji banyak santri yang bersantai, belajar atau sekadar du...

Ikappdar

IKAPPDAR adalah singkatan dari Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darul Ulum. IKAPPDAR merupakan organisasi yang menaungi santri dan alumni Pondok Pesantren Darul Ulum. IKAPPDAR memiliki berbagai program kegiatan, di antaranya: Doa bersama, Halal bihalal, Santunan anak yatim piatu.  Program-program kegiatan IKAPPDAR bertujuan untuk menanamkan kompetensi spiritual santri. Di dalam Ikappdar kita dapat mengetahui teman santri maupun alumni yang berada di satu wilayah dengan kita. Dengan begitu kita akan dapat menambah tali silaturrohim antar santri Darul Ulum.

Menu Masakan Di Pondok

Menu masakan di pondok pesantren biasanya sederhana namun tetap bergizi untuk memenuhi kebutuhan para santri. Umumnya, makanan disiapkan secara massal di dapur pondok dan disajikan tiga kali sehari. Saat sarapan, menu yang disajikan biasanya nasi dengan lauk sederhana seperti tempe goreng, tahu, telur, atau sambal. Untuk makan siang, lauknya lebih bervariasi, seperti sayur sop, oseng-oseng, ikan, ayam, atau sambal terasi, sering kali dilengkapi dengan kerupuk. Sedangkan makan malam biasanya mirip dengan menu siang, tetapi dengan tambahan lauk ringan seperti mie goreng atau telur dadar. Selain makanan utama, santri juga sering menikmati camilan seperti pisang rebus, ubi goreng, atau roti yang disediakan pondok atau dibeli di kantin. Meskipun sederhana, kebersamaan saat makan di pondok menjadi salah satu momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Turnamen antar kamar di asrama

Turnamen futsal antar kamar di pondok pesantren selalu menjadi ajang yang dinanti-nanti oleh para santri. Setiap kamar membentuk timnya sendiri, lengkap dengan strategi dan semangat juang untuk menjadi juara. Pertandingan biasanya digelar di lapangan pesantren setelah jam belajar, dengan para santri lain turut menyemangati dari pinggir lapangan. Suasana turnamen penuh dengan kegembiraan dan sportivitas. Meski kompetitif, para pemain tetap menjunjung tinggi adab dan kebersamaan. Setiap gol yang tercipta disambut dengan sorak-sorai, sementara kekalahan diterima dengan lapang dada. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini mengajarkan kerja sama, disiplin, dan persaudaraan di antara para santri.

SMPN 3 Peterongan

SMP Negeri 3 Peterongan, yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, didirikan pada 29 Januari 1998 dan telah memperoleh akreditasi A sejak 9 Juli 2019. Sekolah ini mengalami perkembangan signifikan, mulai dari menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) pada 2005, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada 2008, hingga sekolah sasaran Kurikulum 2013 pada 2013. Selain itu, SMPN 3 Peterongan juga ditunjuk sebagai Sekolah Model dan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Sebagai bagian dari pesantren, sekolah ini menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum kepesantrenan untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia. Dengan luas lahan 7.256 meter persegi dan akses internet hingga 300 Mbps, fasilitas sekolah mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Saat ini, sekolah dipimpin oleh Miftakhul Rohana, serta menerapkan Kurikulum Merdeka. SMP Negeri 3 Peterongan (0321) 867233 https://g.co/kgs/e8igxqB

Sekolah di Pondok

Belajar di pondok pesantren bukan hanya tentang ilmu agama, tetapi juga pendidikan formal seperti di sekolah umum. Santri mengikuti pelajaran mulai dari ilmu diniyah seperti tafsir, hadis, dan fiqih, hingga mata pelajaran umum seperti matematika, sains, dan bahasa. Kegiatan belajar biasanya berlangsung sejak pagi hingga siang, kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab kuning atau hafalan Al-Qur'an di sore dan malam hari. Suasana belajar di pondok penuh kedisiplinan, kebersamaan, dan nilai-nilai islami, membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap berkontribusi bagi umat.

Muhadharah Akbar

Muhadharah Akbar adalah ajang latihan pidato skala besar yang diadakan di pondok pesantren. Acara ini biasanya melibatkan seluruh santri, ustaz, bahkan tamu undangan seperti alumni atau masyarakat sekitar. Para santri terbaik diberikan kesempatan untuk berpidato dalam berbagai bahasa, seperti Indonesia, Arab, dan Inggris, dengan tema keislaman, kepemimpinan, atau motivasi. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para santri yang tampil berusaha menyampaikan materi dengan percaya diri dan retorika yang menarik. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara di depan umum tetapi juga menanamkan jiwa dakwah dan kepemimpinan, membekali santri untuk siap berkontribusi di masyarakat kelak.

Muhadharah

Muhadharah adalah kegiatan latihan pidato yang rutin diadakan di pondok pesantren untuk melatih santri dalam berbicara di depan umum. Biasanya, kegiatan ini berlangsung setelah Magrib atau Isya, dengan santri secara bergiliran menyampaikan pidato dalam bahasa Indonesia, Arab, atau Inggris. Selain melatih kepercayaan diri, muhadharah juga membentuk keterampilan berdakwah dan berpikir kritis. Para santri diajarkan bagaimana menyampaikan pesan dengan jelas, menggunakan dalil yang kuat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pendengar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk santri yang berani, berwawasan luas, dan siap menjadi dai di masyarakat.

Haul Akbar

Haul Akbar di pondok pesantren adalah momen istimewa untuk mengenang dan mendoakan para ulama serta pendiri pondok. Acara ini biasanya dihadiri oleh santri, alumni, para kiai, dan masyarakat sekitar. Sejak pagi, pondok dipenuhi dengan jamaah yang datang untuk bersilaturahmi dan mengikuti rangkaian acara. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil, maulid, dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan tausiah dari para ulama. Suasana penuh hikmah dan kekhusyukan, mengingatkan para santri akan pentingnya meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ilmu dan kebaikan. Haul ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah serta memperkuat rasa cinta kepada para guru dan ulama.

Idul Adha

Perayaan Idul Adha di pondok pesantren selalu berlangsung dengan penuh kebersamaan dan makna. Sejak pagi, para santri sudah bersiap mengenakan pakaian terbaik untuk melaksanakan salat Id berjamaah di lapangan atau masjid pondok. Setelah khutbah, suasana semakin meriah dengan prosesi penyembelihan hewan kurban yang dilakukan secara gotong royong. Para santri ikut membantu, mulai dari menyembelih, memotong daging, hingga membagikannya kepada yang berhak. Daging kurban kemudian dimasak bersama untuk dinikmati dalam kebersamaan. Momen ini tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Buka Bersama

 Di pondok pesantren, momen buka bersama selalu penuh kebersamaan dan keberkahan. Menjelang Magrib, para santri berkumpul di aula atau masjid, duduk rapi dengan hidangan sederhana di depan mereka. Ada kurma, teh manis, dan beberapa makanan yang telah disiapkan bersama. Saat adzan berkumandang, semua serentak membaca doa berbuka dan menikmati hidangan dengan penuh syukur. Setelah itu, mereka segera bersiap untuk salat Magrib berjamaah. Suasana kebersamaan terasa begitu kuat, mengajarkan nilai kesederhanaan, syukur, dan kebersamaan dalam ibadah.

Sholat Tahajud

Salat Tahajud adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dan dilakukan pada sepertiga malam terakhir setelah tidur. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa pada waktu ini, Allah ﷻ mengabulkan doa dan mengampuni hamba-Nya yang memohon. Salat ini mendatangkan ketenangan, meningkatkan keimanan, serta mengangkat derajat di sisi Allah. Cara melaksanakannya adalah dengan tidur terlebih dahulu, lalu bangun untuk salat minimal dua rakaat dan ditutup dengan Witir. Rutinitas ini adalah kebiasaan orang-orang saleh yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Kedatangan Tokoh Besar: Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf

    Pada sebuah hari kamis pondok pesantren darul ulum kedatangan seorang tokoh pendakwah dari Surakarta yaitu, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau adalah tokoh besar dalam dunia pendakwah di Indonesia. Beliau juga sangat disegani oleh para santriwan dan santriwati.     Habib Syech bin Abdulqadir Assegaf mengisi dakwah tentang:    Islam: Agama Rahmatan Lil ‘Alamin Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Ajarannya mencakup segala aspek kehidupan, mengajarkan tauhid, akhlak mulia, dan keseimbangan antara ibadah serta kehidupan dunia. Islam bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga pedoman hidup yang sempurna. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa seorang Muslim harus menjadi pribadi yang baik, jujur, dan penuh kasih sayang. Dalam Islam, ibadah bukan hanya salat dan puasa, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan sesama dengan adil dan bijaksana. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk...

Pembiasaan Sore Hari di Pondok

Setiap sore setelah salat Asar, saya dan teman-teman segera mengambil Al-Qur'an dan kitab kuning, lalu menuju serambi masjid untuk mengaji. Suasana sore yang sejuk menambah ketenangan, sementara suara lantunan ayat suci terdengar dari berbagai sudut. Ustaz dengan sabar membimbing kami, membetulkan tajwid dan makhraj jika ada yang salah. Saat membaca kitab, beliau menjelaskan maknanya dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika ada santri yang kesulitan, teman-teman lain dengan sigap membantu. Terkadang ada canda ringan, tetapi ketika ustaz mulai menjelaskan, semua kembali khusyuk menyimak. Ngaji sore bukan sekadar kewajiban, melainkan kebiasaan yang penuh makna. Dari sini, saya belajar lebih dalam tentang agama, memperbaiki bacaan, dan merasakan ketenangan dalam hati. Rutinitas ini menjadi bagian berharga dari kehidupan di pondok, sesuatu yang selalu saya nantikan setiap hari.