Setiap sore setelah salat Asar, saya dan teman-teman segera mengambil Al-Qur'an dan kitab kuning, lalu menuju serambi masjid untuk mengaji. Suasana sore yang sejuk menambah ketenangan, sementara suara lantunan ayat suci terdengar dari berbagai sudut.
Ustaz dengan sabar membimbing kami, membetulkan tajwid dan makhraj jika ada yang salah. Saat membaca kitab, beliau menjelaskan maknanya dengan bahasa yang mudah dipahami. Jika ada santri yang kesulitan, teman-teman lain dengan sigap membantu. Terkadang ada canda ringan, tetapi ketika ustaz mulai menjelaskan, semua kembali khusyuk menyimak.
Ngaji sore bukan sekadar kewajiban, melainkan kebiasaan yang penuh makna. Dari sini, saya belajar lebih dalam tentang agama, memperbaiki bacaan, dan merasakan ketenangan dalam hati. Rutinitas ini menjadi bagian berharga dari kehidupan di pondok, sesuatu yang selalu saya nantikan setiap hari.

Komentar
Posting Komentar