Langsung ke konten utama

Postingan

Lulus Dari Pondok

Lulus dari pondok adalah momen yang penuh haru dan kebanggaan. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan pesantren dengan berbagai suka duka, akhirnya tiba saatnya untuk melangkah ke fase berikutnya. Perasaan campur aduk antara bahagia karena berhasil menyelesaikan pendidikan dan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman serta para guru yang telah membimbing. Selama di pondok, banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan, mulai dari ilmu agama, kedisiplinan, hingga kebersamaan yang erat. Semua itu membentuk pribadi saya menjadi lebih matang dan siap menghadapi kehidupan di luar pondok. Meskipun secara fisik saya telah lulus, namun nilai-nilai dan ajaran yang saya dapatkan di pondok akan terus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan ke depan. Pondok bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah yang selalu saya rindukan.
Postingan terbaru

Pengalaman Awal Masuk Pondok

Awal masuk pondok bagi saya adalah pengalaman yang penuh dengan perasaan campur aduk. Pada awalnya, saya merasa cemas dan ragu-ragu, karena meninggalkan rumah dan keluarga untuk tinggal jauh di pesantren. Namun, orang tua saya meyakinkan bahwa ini adalah langkah yang baik untuk masa depan saya, untuk belajar agama dan memperdalam ilmu. Ketika tiba di pondok pesantren, saya disambut dengan hangat oleh teman-teman santri dan para pengurus. Suasana di pondok sangat berbeda dengan kehidupan di rumah. Awalnya, saya merasa asing dengan rutinitas yang ketat—waktu untuk sholat, belajar, dan beristirahat sudah diatur sedemikian rupa. Tetapi, saya mulai merasa nyaman setelah beberapa hari beradaptasi. Saya mengenal banyak teman baru, saling membantu dalam belajar, dan berbagi pengalaman hidup. Pada malam pertama saya tidur di kamar asrama, saya terbangun dengan suara alarm yang mengingatkan saya untuk bangun sholat tahajud. Meski agak sulit pada awalnya, saya perlahan mulai merasa bahwa rutinita...

K.H. Romly Tamim

KH. Muhammad Romli Tamim lahir pada tahun 1888 di Bangkalan Madura sebagai putra ketiga dari KH. Tamim Irsyad, seorang Kiai asal Bangkalan. Sejak kecil, beliau diboyong orang tuanya ke Peterongan, Jombang, untuk menuntut ilmu. Setelah menempuh pendidikan agama di keluarga, beliau belajar di Pesantren Tebuireng di bawah asuhan KH. Hasyim Asy’ari dan melanjutkan studi di Mekkah pada 1919. Pada tahun 1939, beliau bersama keponakannya, KH. Dahlan Kholil, mendirikan Pondok Pesantren Darul Ulum, yang kemudian dikenal sebagai pusat pendidikan Islam di Jombang. KH. Romli Tamim juga terkenal sebagai pencipta wirid Istighatsah yang menjadi amalan populer di kalangan Nahdliyyin, yang tertuang dalam kitab “al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa pada 1961. Beliau juga memiliki karomah, seperti saat memberikan kepalan tanah liat yang dapat meledak seperti bom dalam pertempuran melawan sekutu pada 1945, serta mampu hadir mengimami sholat jama’ah meski dala...

Ponpes Darul Ulum

 Pondok Pesantren Darul Ulum adalah salah satu pesantren besar yang terletak di Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1910 dan telah berkembang pesat hingga menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terkenal di Indonesia. Darul Ulum tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dalam kurikulumnya, mencetak generasi yang unggul dalam berbagai bidang. Pesantren ini dikenal dengan sistem pendidikan yang menggabungkan pengajaran kitab kuning, Al-Qur’an, serta pendidikan formal. Banyak tokoh ulama dan alumni berpengaruh yang lahir dari Darul Ulum. Selain itu, pondok ini juga aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan pengembangan masyarakat. Dengan jumlah santri yang sangat besar dan berbagai fasilitas yang mendukung, Darul Ulum menjadi tempat yang sangat dihormati dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. https://g.co/kgs/xN7S7KN

Pesarean Di PPDU

  Di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, terdapat area pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan para pendiri dan tokoh penting pesantren tersebut yang biasa disebut Pesarean (tempat peristirahatan). Di antaranya adalah KH. Tamim Irsyad, pendiri pesantren, dan putranya, KH. Romli Tamim, yang dikenal sebagai ulama besar dan pencipta istighasah. Makam-makam ini sering diziarahi oleh santri, alumni, serta masyarakat umum yang ingin mengenang jasa dan meneladani perjuangan para ulama tersebut. 

Masjid Induk

Masjid yang terletak di komplek PPDU tepatnya di Dusun Rejoso, Desa Wonokerto Selatan, Kecamatan Peterongan itu memiliki pintu masuk dari pelbagai penjuru. Diantaranya dari arah Barat atau bagian belakang yang berbatasan langsung dengan jalan desa dan arah Timur atau bagian depan merupakan Asrama Al-Fatah. Mengunjungi masjid induk PPDU tersebut seakan langsung disambut dengan dua menara megah yang berada di samping kanan dan kiri bangunan. Seperti menara pada umumnya, keberadaannya juga difungsikan sebagai tempat pengeras suara. Selanjutnya yang menjadi penanda dan ciri khas masjid adalah adanya sudut Mihrab atau tempat imam salat beratap setengah lingkaran yang masih dipertahankan keasliannya hingga kini. Nuansa warna hijau pada cat dinding, putihnya tegel dan ornamen kayu yang dinominasi warna cokelat sungguh membuat sejuk suasana. Selain itu juga bersih, rapi, dan sangat terawat. Tak heran disela waktu salat berjamaah dan mengaji banyak santri yang bersantai, belajar atau sekadar du...

Ikappdar

IKAPPDAR adalah singkatan dari Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darul Ulum. IKAPPDAR merupakan organisasi yang menaungi santri dan alumni Pondok Pesantren Darul Ulum. IKAPPDAR memiliki berbagai program kegiatan, di antaranya: Doa bersama, Halal bihalal, Santunan anak yatim piatu.  Program-program kegiatan IKAPPDAR bertujuan untuk menanamkan kompetensi spiritual santri. Di dalam Ikappdar kita dapat mengetahui teman santri maupun alumni yang berada di satu wilayah dengan kita. Dengan begitu kita akan dapat menambah tali silaturrohim antar santri Darul Ulum.