Langsung ke konten utama

Masjid Induk


Masjid yang terletak di komplek PPDU tepatnya di Dusun Rejoso, Desa Wonokerto Selatan, Kecamatan Peterongan itu memiliki pintu masuk dari pelbagai penjuru. Diantaranya dari arah Barat atau bagian belakang yang berbatasan langsung dengan jalan desa dan arah Timur atau bagian depan merupakan Asrama Al-Fatah.

Mengunjungi masjid induk PPDU tersebut seakan langsung disambut dengan dua menara megah yang berada di samping kanan dan kiri bangunan. Seperti menara pada umumnya, keberadaannya juga difungsikan sebagai tempat pengeras suara. Selanjutnya yang menjadi penanda dan ciri khas masjid adalah adanya sudut Mihrab atau tempat imam salat beratap setengah lingkaran yang masih dipertahankan keasliannya hingga kini.

Nuansa warna hijau pada cat dinding, putihnya tegel dan ornamen kayu yang dinominasi warna cokelat sungguh membuat sejuk suasana. Selain itu juga bersih, rapi, dan sangat terawat. Tak heran disela waktu salat berjamaah dan mengaji banyak santri yang bersantai, belajar atau sekadar duduk menikmati waktu rehat.

Bagian dalam masih berdiri kokoh empat tiang penyangga utama, kemudian ditopang juga dengan belasan tiang penyangga yang tersebar di serambi masjid. Banyaknya tiang yang ada tersebut tentu acap kali dimanfaatkan sebagai sandaran para jamaah atau santri yang sedang beribadah dan menimba ilmu agama.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Awal Masuk Pondok

Awal masuk pondok bagi saya adalah pengalaman yang penuh dengan perasaan campur aduk. Pada awalnya, saya merasa cemas dan ragu-ragu, karena meninggalkan rumah dan keluarga untuk tinggal jauh di pesantren. Namun, orang tua saya meyakinkan bahwa ini adalah langkah yang baik untuk masa depan saya, untuk belajar agama dan memperdalam ilmu. Ketika tiba di pondok pesantren, saya disambut dengan hangat oleh teman-teman santri dan para pengurus. Suasana di pondok sangat berbeda dengan kehidupan di rumah. Awalnya, saya merasa asing dengan rutinitas yang ketat—waktu untuk sholat, belajar, dan beristirahat sudah diatur sedemikian rupa. Tetapi, saya mulai merasa nyaman setelah beberapa hari beradaptasi. Saya mengenal banyak teman baru, saling membantu dalam belajar, dan berbagi pengalaman hidup. Pada malam pertama saya tidur di kamar asrama, saya terbangun dengan suara alarm yang mengingatkan saya untuk bangun sholat tahajud. Meski agak sulit pada awalnya, saya perlahan mulai merasa bahwa rutinita...

Pesarean Di PPDU

  Di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, terdapat area pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan para pendiri dan tokoh penting pesantren tersebut yang biasa disebut Pesarean (tempat peristirahatan). Di antaranya adalah KH. Tamim Irsyad, pendiri pesantren, dan putranya, KH. Romli Tamim, yang dikenal sebagai ulama besar dan pencipta istighasah. Makam-makam ini sering diziarahi oleh santri, alumni, serta masyarakat umum yang ingin mengenang jasa dan meneladani perjuangan para ulama tersebut. 

Ponpes Darul Ulum

 Pondok Pesantren Darul Ulum adalah salah satu pesantren besar yang terletak di Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Tamim Irsyad pada tahun 1910 dan telah berkembang pesat hingga menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terkenal di Indonesia. Darul Ulum tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dalam kurikulumnya, mencetak generasi yang unggul dalam berbagai bidang. Pesantren ini dikenal dengan sistem pendidikan yang menggabungkan pengajaran kitab kuning, Al-Qur’an, serta pendidikan formal. Banyak tokoh ulama dan alumni berpengaruh yang lahir dari Darul Ulum. Selain itu, pondok ini juga aktif dalam kegiatan sosial, dakwah, dan pengembangan masyarakat. Dengan jumlah santri yang sangat besar dan berbagai fasilitas yang mendukung, Darul Ulum menjadi tempat yang sangat dihormati dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. https://g.co/kgs/xN7S7KN